Importance of Thinking & Reflecting [Tafakkur]

The root of the word TAFAKKUR is F-K-R. This root appears in Quran about 18 times. It has the following meanings:

- To think upon, consider or examine a thing

- To consider a thing in order to obtain a clear knowledge of it

- To employ one’s mind, thought or mental consideration upon something

- To reflect, think on, ponder over

- To consider, contemplate, ponder with care, attention and endeavour

- Arranging of known things [in the mind] in order to attain [the knowledge of] unknown [thing]

Importance of thinking, contemplation and reflection according to Quran

Please refer to the following verses:

Say, “I only exhort you to do ONE thing: That you rise for the sake of Allah in pairs or singly and THINK & REFLECT!...” [34:46]

Say, “Are the ones who are blind in respect of the mind equal to those who are endowed with mental perception and understanding? Will you not then THINK & REFLECT?” [6:50]

Allah makes clear to you Al-Ayaat, so that you may THINK & REFLECT [2:219, 2:266]

Verily, in the creation of the heaven and the earth, and in the alteration of night and day, there are indeed signs for men of understanding-those who remember [the Guidance of] Allah standing, sitting and lying down on their sides, and THINK & REFLECT about the creation of the heavens and the earth… [3:190-191]

We explain in detail Al-Ayaat for the people who THINK & REFLECT [10:24]

And it is He who spread out the earth, and set thereon mountains standing firm and (flowing) rivers: and fruit of every kind He made in pairs, two and two: He draweth the night as a veil o'er the Day. Behold, verily in these things there are Ayaat [proofs, evidences, lessons, signs, etc.] for those who THINK & REFLECT! [13:3]

It is He who sends down rain from the sky: from it ye drink, and out of it (grows) the vegetation on which ye feed your cattle. With it He produces for you corn, olives, date-palms, grapes and every kind of fruit Behold, verily in these things there are Ayaat [proofs, evidences, lessons, signs, etc.] for those who THINK & REFLECT! [16:10-11]

We have sent down unto thee the Message; that you may explain clearly to men what is sent for them, and that they may THINK & REFLECT! [16:44]

And thy Lord inspired the bee, saying: Choose thou habitations in the hills and in the trees and in that which they thatch; Then eat of all fruits, and follow the ways of thy Lord, made smooth (for thee). There comes forth from their bellies a drink divers of hues, wherein is healing for mankind. Lo! herein is indeed a portent for people who THINK & REFLECT [16:68-69]

Do they not THINK & REFLECT in their own selves [or minds]? Not but for just ends and for a term appointed, did Allah create the heavens and the earth, and all between them: yet are there truly many among men who deny the meeting with their Lord (at the Resurrection)! [30:8]

And among His Signs is this that He created for you mates from among yourselves, that ye may dwell in tranquillity with them, and He has put love and mercy between your (hearts): verily in that are Signs for those who THINK & REFLECT [30:21].

It is Allah that takes the souls (of men) at death; and those that die not (He takes) during their sleep: those on whom He has passed the decree of death, He keeps back (from returning to life), but the rest He sends (to their bodies) for a term appointed verily in this are Signs for those who THINK & REFLECT [39:42].

And He has made subservient to you whatsoever is in the heavens and whatsoever is in the earth, all, from Himself; most surely there are signs in this for a people who THINK & REFLECT [45:13].Had We sent down this Quran on a mountain, you would certainly have seen it falling down, splitting asunder because of the fear of Allah, and We set forth these parables to men that they may THINK & REFLECT [59:21].

Read more

Selawat Badawi


Hijjaz - Selawat Badawi - Hijjaz

اللهم صلِّ وسلِّم وبارِك على سيدنا ومولانا محمدٍ شَجَرَةِ الأصل النُّوْرَانِيَّةِ، ولَمْعَةِ القَبْضَةِ الرَّحْمَانِيَّةِ، وأفضل الخلِيْقَةِ الإنْسانِيَّةِ، وأشْرَفِ الصُّوْرَةِ الجِسْمَانِيَّةِ، ومَعْدِنِ الأسْرَارِ الرَّبَّانِيَّةِ، وخزائِنِ العلومِ الإِصْطَفَائِيَّةِ.

صاحِبِ القَبْضَةِ الأصْلِيَّةِ، والبَهْجَةِ السَّنِيَّةِ، والرُّتْبَةِ العلِيّة، مَنِ انْدَرَجَت النبيون تحت لِوَائِهِ، فهم منه وإليه، وصلِّ وسلِّم وبارك عليه وعلى آله وصحبه عدد ما خَلَقْتَ ورَزَقْتَ وأمَتَّ وأحْيَيْتَ إلى يوم تُبْعَثُ مَنْ أفْنَيْتَ، وسلِّمْ تسليماً كثيرًا، والحمد لله رب العالمين.

Ya Allah limpahkanlah rahmat, keselamatan dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad s.a.w., sebagai sumber cahaya, sebagai genggaman kesayangan yang berkilauan, sebagai manusia yang paling utama, semulia-semulia jasad, sumber galian rahsia ketuhanan dan khazanah ilmu-ilmu yang terpilih dan suci.

Pemilik genggaman yang asli, yang gemilang dan kedudukan yang tinggi di mana kenabian berlangsung di bawah panjinya. Maka mereka adalah di bawah perintahnya. Rahmatilah dan kurniakanlah kesejahteraan dan keberkatan ke atasnya, ahli keluarganya dan para sahabatnya sebanyak bilangan barang apa yang telah Engkau ciptakan, yang Engkau kurniakan rezeki, yang Engkau matikan dan hidupkan hinggalah ke hari di mana Engkau bangkitkan orang yang telah Engkau matikan. Kurniakanlah kesejahteraan ke atasnya dengan kesejahteraan yang sebanyak-banyaknya dan segala pujian milik Allah tuhan sekalian alam.

Selawat ini digubah oleh Wali Qutub Sayyid Ahmad Idris Al-Badawi qaddasallah sirruhu.

Fadhilatnya :

1. Menghindar dari sihir dan segala kejahatan zahir dan batin. Bacalah selawat ini 3x setiap kali selepas solat fardhu dan 7x setiap mau tidur.

2. Mendapat kedudukan tinggi dengan riyadah selawat ini.

Puasa 3 hari mulai Selasa, Rabu, Khamis.

Selama puasa baca selawat ini 21x setiap kali selesai solat fardhu. Disertai niat memohon pertolongan dari Allah Taala agar dikokohkan kedudukan dan mendapat rezeki yang halal.

Selesai berpuasa amalkan selawat ini 7x setiap hari sebagai amalan harian.

3. Menurut Syed Ahmad Zaini Dahlan barangsiapa melazimi membaca selawat ini akan mendapat cahaya batin dan terbuka beberapa rahsia yang ghaib. (yakni mengetahui hakikat disebalik peristiwa kejadian-penulis.)

Wallahu a’lam.


Sumber :

1. K.H. Habib Syarief Muhammad Alaydarus. 135 Shalawat Nabi Keutamaan Tatacara & Khasiatnya. Bandung, Indonesia: Pustaka Hidayah, 2007.

2. Saad Qadhi. Al-Arief Billah Sayyidi Ahmad Al-Badawi. Kaherah, Mesir: Dar Qharib, 2001.

3. Drs. Hanafi Mohamed. 99 Selawat Nabi s.a.w. Fadhilat & Khasiatnya. Kuala Lumpur, Malaysia: Darul Nu’man, 1994.

4. Dadang Sobar Ali & Drs. Maman Abd. Djaliel. 100 Shalawat Nabi Paling Berkhasiat. Bandung, Indonesia: CV Pustaka Setia, 2007.







Read more

Sholawat Nariyah

Membaca shalawat nariyah adalah salah satu amalan yang disenangi orang-orang NU, di samping amalan-amalan lain semacam itu. Ada shalawat "thibbil qulub", ada shalawat "tunjina", dan masih banyak lagi. Belum lagi bacaan "hizib" dan "rawatib" yang tak terhitung banyaknya. Semua itu mendorong semangat keagamaan dan cinta kepada Rasulullah SAW sekaligus beribadah.

Salah satu hadits yang sangat populer yang membuat rajin kita membaca shalawat ialah bahwa Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat untukku, Allah akan membalasnya 10 kebaikan, diampuni 10 dosanya, dan ditambah 10 derajat baginya. Makanya, bagi orang-orang NU, setiap kegiatan keagamaan bisa disisipi bacaan shalawat dengan segala ragamnya.

Salah satu shalawat yang sangat populer ialah "shalawat badar". Hampir setiap warga NU, dari anak kecil sampai kakek dan nenek, dapat dipastikan bisa melantunkan shalawat Badar. Bahkan saking populernya, orang bukan NU pun ikut hafal karena pagi, siang, malam, acara di mana dan kapan saja shalawat badar selalu dilantunkan bersama-sama.

Nah shalawat yang satu ini, "shalawat Nariyah", tidak kalah populernya di kalangan warga NU. Khususnya bila menghadapi problem hidup yang sulit dipecahkan maka tidak ada jalan lain selain mengembalikan persoalan pelik itu kepada Allah. Dan Shalawat Nariyah adalah salah satu jalan mengadu kepada-Nya.

Berikut ini adalah bacaan shalawat nariyah:

أللّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ الّذِي تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau.

Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”

“Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”

Hadits riwayat Ibnu Mundah dari Jabir mengatakan: Rasulullah SAW bersabda: Siapa membaca shalawat kepadaku sehari 100 kali (dalam riwayat lain): Siapa membaca shalawal kepadaku 100 kali maka Allah akan mengijabahi 100 kali hajatnya; 70 hajatnya di akhirat, dan 30 di dunia... Dan hadits Rasulullah yang mengatakan; Perbanyaklah shahawat kepadaku karena dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan. Demikian seperti tertuang dalam kitab an-Nuzhah yang dikutib juga dalam Khozinatul Asror.

Diriwayatkan juga Rasulullah di alam barzakh mendengar bacaan shalawat dan salam dan dia akan menjawabnya sesuai jawaban yang terkait dari salam dan shalawat tadi. Seperti tersebut dalam hadits, beliau bersabda: Hidupku, juga matiku, lebih baik dari kalian. Kalian membicarakan dan juga dibicarakan, amal­-amal kalian disampaikan kepadaku, jika saya tahu amal itu baik, aku memujii Allah, tetapi kalau buruk aku mintakan ampun kepada Allah. Hadits riwayat al-Hafizh Ismail al­Qadhi, dalam bab Shalawat ‘ala an-Naby. Imam Haitami menyebutkan dalam kitab Majma' az-Zawaid, ia menganggap shahih hadits di atas.

Hal ini jelas bahwa Rasulullah memintakan ampun umatnya di alam barzakh. Istighfar adalah doa, dan doa untuk umatnya pasti bermanfaat. Ada lagi hadits lain: Rasulullah bersabda: Tidak seorang pun yang memberi salam kepadaku kecuali Allah akan menyampaikan kepada ruhku sehingga aku bisa mennjawab salam itu. (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah. Ada di kitab Imam an-Nawawi, dan sanadnya shahih).

KH Munawir Abdul Fattah
Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta





Read more

Al-Fatihah: The Essence of the Quran



By IOL Living Shariah Staff

[In the name of God, Most Gracious, Most Merciful. Praise be to God, the Cherisher and Sustainer of the worlds; Most Gracious, Most Merciful; Master of the Day of Judgment. Thee do we worship, and Thine aid we seek, Show us the straight way, The way of those on whom Thou hast bestowed Thy Grace, those whose (portion) is not wrath, and who go not astray.] (Al-Fatihah: 1-7)
Surat Al-Fatihah is both a prayer and a full introduction to the message of the Quran.

Surat Al-Fatihah is both a prayer and a full introduction to the message of the Quran.
Surat(chapter) Al-Fatihah is the first chapter of the Quran. According to most of the scholars this was the first complete surah that was revealed to Prophet Muhammad when he was in Makkah.

Before this he received some verses of Surat Al-Alaq, Surat Al-Muzzammil and Surat Al-Muddaththir, but as a complete surah, Al-Fatihah was the first one.

The word "Al-Fatihah" means "opener". So this chapter is the "opener" of the Quran. It has seven verses that are repeated by every Muslim many times during the course of his or her daily prayers.

Thus the chapter is also called the As-Sab Al-Mathani,that is, "the Seven Oft-Repeated." (Al-Hijr 15:87)

This surah also has many other names: Umm Al-Quran(the Essence of the Quran), Al-Asas (the Foundation), Ash-Shafiyah (the Healer), and Al-Kafiyah (the Sufficient).

Prophet Muhammad said that Al-Fatihah is "the greatest chapter in the Quran". (Al-Bukhari)

Surat Al-Fatihah is both a prayer and a full introduction to the message of the Quran.

As a prayer it contains the praise and glorification of God and the human request for God's guidance, direction, and blessings.

Prophet Muhammad said:

God says, I' have divided the prayer between Me and My servant in two halves and for My servant is whatever He asks for.' When the servant says, ‘Praise be to God the Lord of the worlds,' God says, ‘My servant has thanked Me.' When he says, ‘the Most Merciful, the Most Compassionate,' God says, ‘My servant has praised Me.' When he says, ‘Master of the Day of Judgment,' God says, ‘My servant has glorified Me.' And He says, ‘My servant has submitted to Me.' When he says, ‘You Alone we worship and You Alone we ask for help,' God says, ‘This is between Me and My servant and for My servant whatever he asks.' When he says, ‘Guide us to the straight path' God says, ‘This is for My servant and for My servant whatever he asks for. (Muslim)

As an introduction to the Quran, Al-Fatihah contains all the basic principles that are given in detail in the Quran.

It tells us that we are surrounded by God's grace and favors; He is the Source of all love and mercy, and for that, we should be thankful to Him.

It also teaches the following lessons: Life on earth is not permanent. Everyone will die one day and God will judge us. He alone is the Master of that Day and we must worship Him and Him alone.

It reminds us that God is the only One Who can really guide;We must seek His help and He has all the power to give us whatever we need.

It calls for righteous actions in this life. It speaks about life after death and the consequences of human action and behavior. It tells us that the true guidance comes through God's prophets and messengers. They were the people who were truly guided, and they received God's grace and mercy. Those who turned away from that path were those who went astray and they incurred the wrath of God and His punishment.

Basic Principles in Al-Fatihah

-The essence of religion is thankfulness to God.

-God is the Lord and Sustainer of the whole universe.

-God is very kind, loving, and merciful.

-God is also the Judge, and He does not tolerate injustice, evil, and sin.

-The Day of Judgment will inevitably come.

-Worship should be only for God, and all prayers for requests should be directed to Him alone.

-One should continuously seek God's guidance and remain on the path of truth and righteousness.

-True righteousness comes when we follow the example of those who were righteous and who were under God's grace: the prophets, messengers, and pious and devoted people of God.

-One should always be careful not to make the Most Merciful angry.

-One should never ignore the path of guidance and should always be careful not to go astray.

After this introduction comes the rest of the Quran. Muslims consider Al-Fatihah as the prayer and the Quran as the answer to that prayer.
Read more

Adab-Adab berdoa

Ayat-ayat Al-Qur’an maupun Hadits Nabi banyak menyebutkan pentingnya doa dalam kehidupan kita, dan bagaimana hal itu seharusnya diamalkan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan cara merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya, dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah itu amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-A’raf: 55-56).

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Doa itu ibadah.” (HR Abu Daud & At-tirmidzi). Dalam hadits lain disebutkan, “Barang siapa dibukakan pintu doa, berarti pula telah dibukakan pula untuknya pintu rahmat. Dan tidak ada yang dimohonkan kepada Allah yang lebih disukainya selain dimohonkan ‘afiat. Suatu doa memberikan manfaat kepada apa yang telah diturunkan. Dan tidak ada yang dapat menolak ketetapan Tuhan kecuali doa. Karena itu berdoalah kamu sekalian”. (HR At-Tirmidzi).

Jika suatu doa telah dimohonkan dengan tata cara yang benar, ia pasti akan diterima, meskipun dengan penerimaan yang berbeda-beda . dalam suatu hadits disebutkan, “Setiap muslim di muka bumi yang memohon sesuatu kepada Allah, pasti permohonannya itu dikabulkan Allah, atau Allah akan menjauhkannya dari kejahatan, selama ia berdoa yang tidak membawa dosa atau memutuskan tali silaturrahmi,” (HR At-tirmidzi).

Rasulullah SAW juga bersabda, “Tidak ada sesuatu yang paling mulia dalam pandangan Allah selain berdoa kepada-Nya ketika dalam keadaan lapang (tidak dalam keadaan sulit)”. (HR Al-Hakim). Hadits ini menekankan pentingnya berdoa dalam keadaan lapang, karena kebanyakan diantara kita hanya berdoa dalam keadaan sulit. Berdoa disaat sulit adalah wajar dan menjadi kebutuhan kita, tapi kita tak boleh lupa memohon kepadaNya dalam keadaan lapang. Hadits lain menyebutkan, “Doa itu senjata orang mu’min, tiang agama, serta cahaya langit dan bumi.”

Dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin, Imam Ghazali menjelaskan adab berdoa. Apabila seseorang ingin berdoa kepada Allah, hendaknya ia melakukannya dengan cermat dan memelihara adab berdoa sebagai berikut:

A. Pilihlah waktu yang baik dan mulia, seperti pada hari Arafah, bulan Ramadhan, hari jum’at, sepertiga terakhir dari waktu malam, dan pada waktu sahur.

B. Lakukanlah dalam keadaan khusus, seperti ketika bersujud dalam sholat, ketika berhadapan dengan musuh di medan perang, ketika turun hujan, sebelum menunaikan sholat dan sesudahnya, ketika jiwa sedang tenang dan bersih dari segala gangguan setan, dan ketika menghadap ka’bah.

C. Menghadaplah kearah kiblat

D. Rendahkanlah suara, antara terdengar dan tidak – oleh orang yang berada di sisi kita

E. Jangan bersajak, melainkan cukup dengan kata-kata biasa yang sederhana, sopan, dan tepat, mengenai sesuatu yang diperlukan. Tidak berarti kita tidak bolehberdoa dengan kata atau kalimat yang indah. Yang tidak diperbolehkan ialah dengan cara yang dibuat-buat sehingga mengesankan berlaku tidak pantas kepada Allah SWT. Amat baik jika kita memilih lafal doa yang diterima dari Rasulullah SAW, yang kandungannya sesuai dengan yang kita mohonkan.

F. Khusyu’lah dan tadharru’ dengan merasakan kebesaran Allah dan kekuasaanNya

G. Kukuhkan keyakinan bahwa doa kita akan diperkenankan oleh Allah, dan tidak merasa gelisah jika doa itu belum terkabul.

H. Ulang-ulangi doa itu dua-tiga kali. Sesuatu yang sangat kita dambakan akan lebih baik jika dibaca berulang-ulang dua-tiga kali

I. Pujilah Allah pada permulaan doa

J. Bertobatlah sebelum berdoa dan hadapkan diri dengan sesungguhnya kepada Allah.

Imam Nawawi berkata, ”Doa itu sebaiknya dimulai dengan kalimah tahmid (puji-pujian) dan disudahi dengan kalimat tahmid juga”. Sesudah itu membaca sholawat kepada nabi, sekurang-kurangnya Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim (Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, dan berikanlah kesejahteraan kepada mereka).




Read more